Intel D201GLY2

Form Factor uATX (6.75 inches by 6.75 inches [171.45 millimeters by 171.45 millimeters])
Memory
  • One 240-pin DDR2 SDRAM Dual Inline Memory Module (DIMM) sockets
  • Support for DDR2 533 MHz and DDR2 400 MHz DIMMs
  • Support for up to 1 GB of system memory
Chipset SiS* SiS662
Audio ADI* AD1888 audio codec
Video Integrated SiS Mirage* 1 graphic engine
I/O Control Winbond* W83627DHG-B based Legacy I/O controller for hardware management, serial, parallel, and PS/2* ports
LAN Support 10/100 Mbits/sec LAN subsystem using the Broadcom* LAN adapter device
Peripheral Interfaces
  • Six USB 2.0 ports
  • One parallel ATA IDE interface with UDMA 33, ATA-66/100/133 support
  • One S-Video output port (optional)
  • One serial port
  • One parallel port
  • PS/2* keyboard and mouse ports
Expansion Capabilities One PCI Conventional* bus connector

Spesifikasi procesor bisa berbeda dari versi untuk release, model test mengunakan Celeron L dengan kecepatan 1.33Ghz

Board

Intel D201GLY2 adalah sebuah mainboard kelas entry level. Pengertian entry level memiliki persamaan dengan kemampuan secukupnya tetapi tetap mampu memenuhi kebutuhan dasar dari sebuah perangkat keras.

Intel D201GLY2 bukanlah sebuah mainboard kuda pacu dengan kemampuan besar. Melainkan untuk pemakaian biasa untuk computer office atau terminal dengan meminimalkan konsumsi power. Intel D201GLY2 dibuat sangat sederhana, disain dari Micro ATX atau hampir mendekati Pico ATX dengan ukuran 6.75 inch bujur sangkar.

Intel D201GLY2 memang dibuat mini alias tanpa isi seperti membuang slot VGA, dan meminimalkan slot tambahan pada board serta kecepatan procesor rendah. Tetapi dibalik bentuknya yang mini memiliki kehandalan pada fitur procesor. Mirip dari disain produksi VIA dengan Mini ATX terintegrasi C3 procesor. Intel D201GLY2 mengutamakan procesor berbasis Conroe 65nm dengan kecepatan 1.2Ghz. Untuk kecepatan 1.2Ghz, maka kemampuan computer dapat memenuhi kebutuhan office, internet bahkan multimedia tetapi melepas dari kemampuan aplikasi berat seperti game atau sekelas computer editing.

Seperti gambar dibawah ini adalah bagian belakang Intel D201GLY2. Seluruh panel ditempatkan pada bagian ini. VGA, Sound card, LPT, COM port dan USB menyatu pada panel belakang. Sisi didalam board sendiri hanya menyisakan port untuk USB disertai jumper audio, dan jack untuk power fan

Intel D201GLY2 memang didisain dalam bentuk kecil, mengunakan pasif heatsink sebagai pendingin sehingga tidak menimbulkan noise dan hemat energi. Perluasan pada board Intel D201GLY2 tidak memasukan perangkati slot AGP atau PCIe. Karena rancangan yang mini, hanya menempatkan penambahan satu buah card saja pada slot PCI dan VGA langsung mengandalkan memory yang berbagi pada sistem computer.

Intel D201GLY2 masih mengunakan jack power 20 pin, ditambah 4 jack untuk 12V bagi power procesor. Sehingga board ini dapat dijadikan pilihan sebagai upgradable pada computer lama. Kami menguji, kemampuan Intel D201GLY2 cukup baik digunakan pada OS Windows XP. Dari buku petunjuk Intel, bahkan mengatakan board tersebut mampu menjalankan OS Vista pada versi rendah.

Untuk memberikan gambaran sebesar apa bentuk Intel D201GLY2. Ukuran board sedikit lebih besar dari Box DVD, dengan tinggi lebih kecil.

Intel D201GLY2 memiliki kekuatan pada procesor. Dengan base Conroe single core atau disebut Celeron L, kemampuan board menjadi lebih handal. Karena kemampuan pada procesor yang sama besar seperti procesor desktop dengan kekurangan untuk speed yang lebih rendah dengan 1.2Ghz

Disain Intel D201GLY2 tidak menyediakan socket untuk procesor. Procesor langsung ditanamkan pada board dengan sistem socket BGA. Bahkan kepala procesor sudah dilepas agar proses pendingin dari heatsink langsung mengenai penutup core procesir.

Bila anda berharap menganti procesor yang ada pada board ini, jangan berharap banyak. Karena Celeron 220 dengan kecepatan 1.2Ghz menjadi satu paket dengan board Intel D201GLY2.

Disain BIOS

Intel D201GLY2 memiliki beberapa option penting. Dengan 1 buah slot module memory DDR2, maka pemakai board Intel D201GLY2 harus memasang memory lebih besar. Piliah kecepatan memory cukup mengunakan DDR2 533Mhz atau DDR2 400Mhz. Maklum saja, dengan chip-set tipe IGP atau mengunakan VGA internal akan membagi antara memory VGA dengan sistem.

Menariknya sistem dari IGP chip-set SiS 662 rupanya dapat diperluas sampai 128MB. Bila mengunakan memory sebesar 1GB, maka akan tersisa 800MB lebih untuk sistem computer. Kapasitas berbagi memory dari Intel D201GLY2 cukup besar sehingga dapat menampilkan resolusi lebih tinggi dengan detail warna lebih banyak. Dibandingkan board tipe IGP lainnya, umumnya hanya memiliki kapasitas 64MB untuk berbagi dari sistem memory utama.

Procesor Intel D201GLY2

Intel D201GLY2 mengunakan Celeron 220, dengan multiplier 10X dan perkalian bus 133Mhz menghasilkan kecepatan 1.33Ghz. L2 cache juga cukup besar dengan 512MB dari satu buah core. Untuk kemampuan procesor memang dapat diandalkan, mengingat sudah disiapkan fitur seperti procesor desktop dengan SSE 3 dan SSSE 3 dan EM64T. Kekurangan pada board adalah Intel D201GLY2 tidak menyediakan setting untuk memindahkan multiplier procesor. Option C1E tidak ada pilihan pada BIOS, sementara procesor seharusnya bisa menjalakan fitur tersebut.

Dibawah ini keterangan lebih detail dari diteksi software SisoftSandra.

Sedikit kelemahan dari disain Board Intel D201GLY2. Mengunakan tipe procesor desktop dengan pasif heatsink memang membuat board Intel D201GLY2 sangat silent atau tanpa suara. Sayangnya ketika ditest dengan open case, ternyata procesor menjadi panas.

Sepertinya pasif heatsink tidak mampu menekan panas procesor dibawah 60 derajat Celcius. Ada baiknya bila anda tertarik mengunakan Intel D201GLY2, agar menambahkan unit pendingin procesor dan chip-set dengan sebuah fan. Test ketika procesor bekerja dengan bantuan 12cm fan low speed yang diarahkan dari sisi samping board, ternyata membuat temperatur procesor dan chip-set turun drastis. Procesor mampu bertahan dibawah 40 deg.C, sementara chip-set dapat ditekan sekitar 50 deg.C

Benchmark

Sistem 1
Sistem 2
Procesor Celeron 220 1333Mhz / 512KB / Conroe / 10X Celeron M 1200Mhz / 512KB / Banias / 12X
FSB 533Mhz 400Mhz
Board Intel D201GLY2 DFI i855GM
Chip-set SiS 662 i855GM
Ins MMX, SSE, SS2, SSE3, SSSE3, EM64T MMX, SSE, SSE2
DDR DDR2 / 266Mhz / Kingston KVR800D2N5K2 1GB single channel DDR1 / 167Mhz / Corsair CMX1024-3500LLPRO
Power supply Corsair HX520 Corsair HX520

Kemampuan Intel D201GLY2 dengan Celeron L 220, memiliki performa cukup baik. Walau hanya bekerja pada speed 1.33Ghz, kemampuan procesor desktop memiliki performa lebih tinggi dibanding kemampuan procesor Celeron M Banias dari kelas mobile procesor.

Dengan kemampuan Celeron L 220 yang diperkaya dengan instruksi SSE, kinerja pada multimedia juga lebih tinggi. Kemampuan dari fitur procesor dengan instruksi SSE membuat score multimedia jauh melewati procesor Celeron M Banias

Untuk kemampuan bandwidth memory, terlihat tidak banyak berbeda. Keduanya mengunakan single channel memory, hanya kecepatan memory pada board D201GLY2 sedikit lebih unggul diatas kecepatan dari board DFI i855GM.

Karena kemampuan kedua board dan procesor mengandalkan kemampuan VGA internal. Kedua sistem memang tidak menunjukan performa pada test 3D. Khususnya untuk Intel D201GLY2, pada sistem VGA sama seperti kemampuan Intel i855GM karena tanpa fitur T&L. Pilihan untuk benchmark game, untuk 3Dmark 03 hanya mengijinkan pengujian pada test frame rate Wing of Fury.

Dibawah ini adalah score dari 3Dmark 03, untuk kecepatan test frame rate dari Wing of Fury

Konsumsi power

Dengan minimnya perangkat dan rendahnya kinerja procesor, tentu akan berdampak padaa pemakaian power. Intel D201GLY2 rupanya bersaing ketat dengan Celeron M 1.2Ghz dari core Banias dimana keduanya hanya mengkonsumsi power dibawah 60W

Intel D201GLY2 dengan perangkat yang sama mengunakan 1 harddisk 250GB 7K250 dan 1 buah fan pendingin hanya mengkonsumsi power dibawah 50 W pada posisi idle. Sedangkan posisi tertinggi masih dibawah 60W. Selisih dari konsumsi power dengan Pentium M hanya berkisar 5 W, dan dapat dinilai sama hematnya dengan Celeron M tetapi kemampuan Intel D201GLY2 dengan procesor Celeron 220 memiliki kemampuan lebih besar dibandingkan Celeron M core Banias.

Bila dibandingkan pemakaian power pada computer standar dipastikan jauh lebih hemat. Dimana sebuah computer desktop memerlukan kebutuhan power sekitar 100W lebih pada posisi idle.

Dibawah ini hasil test perbandingan dari 2 board untuk konsumsi power. Current voltage diasumsikan mengunakan 220V.

Conclusion

Board Intel D201GLY2 dengan Celeron 220 dibuat menyatu menghasilkan sebuah sistem computer murah tetapi hemat power. Kemampuan Celeron 220 sudah cukup baik, bila dipakai sebagai computer kelas office. Instruksi dari kemampuan procesor sudah sekelas dengan procesor desktop, kecuali minimnya kinerja procesor yang dibuat rendah dengan 1.2Ghz. Pemakaian power dari board Intel D201GLY2 dan Celeron 220 tidak melebihi 60W. Ditambah internal VGA dengan SiS 662 dapat diatur sampai 128MB dengan berbagi dari sistem memory computer.

Kekurangan Intel D201GLY2 adalah dari disain untuk pasif heatsink, procesor Celeron 220 dan chip-set ternyata cukup panas dan tidak mampu di dinginkan oleh heatsink. Ada baiknya bagi pemakai Intel D201GLY2 juga menambahkan fan pendingin procesor dan chip-set.

Penilaian seluruhnya, Intel D201GLY2 adalah sebuah board dengan konsumsi power rendah. Kemampuan procesor sudah mencukupi untuk pemakaian aplikasi office, atau sebagai multimedia PC

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: